Tampilkan postingan dengan label Antologi Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antologi Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2008

ANAKKU

A N A K K U

Sepuluh tahun lalu anugrah besar kudapati
Tatkala boneka kecil terlahir mulus menggemaskan
Susah tergambarkan kasih sayangku tercurah menyertainya
Ku tak boleh menyia-nyiakannya
Lima tahun berlalu karunia-Mu
Kembali kudapati
Boneka kecilku terlahir amat lucu
Tidak berkurang tercurah kasih sayangku
Itulah kebesaran-Mu
Tiga tahun berlalu pikuk isi rumahku kian menjadi
Mewarnai hadirnya momongan baru

Walau di tengah-tengah dengkur kebanyakan orang
Ku harus terjaga menjaganya
Tak membuatku buyar menjadi perisainya
Agar kau tetap lelap dengan mimpinya
Tapi disaat seperti ini
Di saat ku di pembaringan ini
Mengapa kau terasa menjauh ?
Mestinya mereka menghiburku, aku menjagamu
Celotehnya, tarian lucunya dan senyumannya
Mungkin bisa membuatku gila
Kurindu mereka
Kurenungi Anugrah-Mu, berkah-Mu
Ternyata kerinduan ini menjadi semangat Jiwaku
Tuk kembali seperti dulu
Kaulah semangatku

SUAMI

S U A M I


Setia mendampingiku
Terutama di saat seperti sekarang
Ku tergolek di pembaringan
Selamanyakah seperti itu untuku ?
Kuharap memang begitu
Kau menjadi perawatku
Meski kau bukan perawat
Kau memang bukan teman,
tapi lebih dari itu
Kau menjadi ayahku meski kau bukan
yang membesarkanku
Kau menjadi perisaiku
Yang pasti kau menjadi ayah
bagi anak-anaku
Baru sebelas tahun telah kau jalani peranmu
Semakin bermakna hidup ini
Untuk tetap kita jalani
Memang ada batu sandungan
Kerikil-kerikil bukan berbentuk bongkahan
Mudah-mudahan tetap dapat melewatinya

PERAWAT

P E R A W A T


Kesungguhanmu adalah ketulusanmu
Keramahanmu adalah kepribadianmu
Kau tak mengeluh
Walau kutahu kau mestinya mengeluh
Kau tak terpancing marah
Walau kutahu kau dimaki,
dan mestinya kau marah
Senyumu tulus tak terpaksakan
Itu pasti, karena kutahu itu keramahanmu
Kau ganti cairan infusku
Ketika tetesan lain telah terhenti
Kau tepat waktu
Kau ambil darahku
Kau buat pasti akan sembuhku
Aku termangu, kerjamu tak terbatasi waktu
Kau telaten, begitu pada setiap fasien
Akupun mestinya dapat seperti itu
Aku mau !Walau berbeda dengan profesimu

DOKTER

D O K T E R


Hadirmu sugestiku
Membuatku sembuh lebih dulu
Selalu kutunggu
Dinanti dengan penuh harap
Bukan hanya aku
Bukan hanya satu atau dua orang
Tapi ribuan atau lebih dari itu
Banyak sudah yang telah kau selamatkan
Tapi kali ini
Kau tak kunjung datang
Padahal kumenunggumu
Semenjak malam telah kehilangan gelapnya
Aku tak boleh putus asa
Aku tetap berharap
Sampai saatnya kau tetap tak datang
Ada apa gerangan ?
Kini kutahu
Semakin kusadari manusia
tiada ada yang abadi

D B D

. D B D

Menggigil kedinginan tapi bukan kehujanan
Panas berkeringat bercucuran bak mendekap
bara api, tapi bukan karena itu
Panas dan dingin saling berganti itu yang telah
kualami tidak hanya sekali
Semula ku tak peduli
Kuharap cepat berlalu
Tapi itu tak terjadi, malah semakin menjadi
Datang mendera raga, nyeri, ngilu,
muntah tak cukup sekali
Apa gerangan yang terjadi pada diri ini ?
Tak sampai disitu
Pandangan berkunang-kunang
Letih terasa seakan telah mendaki
ratusan kilo, ku tak berdaya
Badan ini ambruk, kubersimpuh
Inikah saatnya menjelang mati ?
Tuhan Maha Tahu
Kubersyukur aku masih diberi umur
Kini kutahu aku harus berhati-hati
Dengan yang satu ini
Nyamuk dengue bisa ada di Sukabumi
Atau dimana saja !